Direktur RSUD Arosuka Tak Tanggap Pemeriksaan Kesehatan Balon Dewan

Ratusan Juta Pemasukan ‘Pitih’ ke Kas Daerah Kab.Solok Mengirap

Kabupaten Solok, Bidikkasusnews.Com – Direktur RSUD Arosuka tidak tanggap dalam memanfaatkan peluang pendapatan/pemasukan keuangan kas daerah ke Pemerintah Kabupaten Solok. Sehingga ratusan Bakal Calon (Balon)  anggota DPR, DPRD propinsi maupun DPRD kota dan kabupaten, tidak terfasilitasi maksimal dalam rangka pemeriksaan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika, sebagai persyaratan untuk mendaftar ke KPU.

Dalam perkiraan hitungan saja, andai masing-masing partai Balon 35 orang terdiri dari V Daerah Pemilihan (Dapil) kali 18 partai, niscaya ada sekitar 630 balon DPRD Kabupaten Solok. Dan itu belum termasuk Balon DPR Propinsi dan DPR RI, atau bisa ditotal keseluruhannya sedikitnya ada sekitar 700 Balon. Sehingga ratusan Balon terpaksa melakukan pemeriksaan kesehatan keluar dari RSUD Arosuka, yang satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Solok, menjadi kosong melompong meraup ‘pitih’ pemasukan ke kas daerah yang berasal dari momen Balon tersebut .

“Bagusnya kan kita pemeriksaan di rumah sakit kita (RSUD Arosuka-red), tapi karena alat ronsen rusak, terpaksa ke RSUD M.Natsir milik Pemerintahan Propinsi yang terletak di Kota Solok”, ucap Han salah satu Balon dari Partai Umat yang tinggal di Surian.   

Menurutnya, di RSUD M.Natsir bagi Balon Dewan total pemeriksaan sebesar Rp1.126.500 per orang. Kalau di RSUD Arosuka Rp.1.033.000 itu pun alat sedang rusak, dan untuk ronsen itu harus ke Solok. “Mending daripada bolak-balik menghabiskan hari, pakai estafet pula ke Solok membuat awak ribet, bagus lah langsung saja ke RSUD M.Natsir, dan itu pasti”,timpalnya.

Jika dihitung kasar saja, apabila 700 balon X Rp1.126.500 per orang = berjumlah Rp.788.550.000 pemasukan mengirap dari Kabupaten Solok. Sementara persoalan jasa air PDAM saja antara Kabupaten dan Kota Solok yang sempat bersitegang  saja belum lama ini, sampai-sampai viral menjadi perbincangan publik. Ini malah potensi dari Balon DPRD Kabupaten Solok saja, menjadi penyumbang terbaik keluar dari Kabupaten Solok, dan itu untuk propinsi Sumbar yang dipimpin Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang kurang elok hubungannya dengan Bupati Solok Epyardi Asda. Disebutkan, andai peluang ini dimanfaatkan Pemerintah Daerah, dan dikelola secara apik dan baik oleh Direktur RSUD Arosuka, dengan mampu melayani pemeriksaan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika, sebagai persyaratan untuk mendaftar ke KPU, serta ada sedikit sentuhan pelobian ke pengurus partai-partai yang berkantor notabene di Kabupaten Solok, niscaya dana Rp.788 juta lebih tadi bisa penambah pundi-pundi keuangan bagi Kas daerah Kabupaten Solok. “Ini merupakan sebuah potensi dan peluang besar yang terabaikan oleh Pemerintah daerah dan wabil khususnya Direktur RSUD Arosuka”,tukuk Han yang juga pebisnis ini.


Alat Ronsen Rusak di RSUD Arosuka

Hengkangnya para balon DPR, DPRD Propinsi apalagi DPRD Kabupaten dalam pemeriksaan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika, sebagai persyaratan untuk mendaftar ke KPU tidak mampir ke RSUD Arosuka, dikarenakan alat ronsen rusak. Informasi di RSUD Arosuka, alat ronsen ini sudah lama rusak. Malah sebut karyawan, peralatan ini dikelola oleh Bagian Penunjang.  Justru di RSUD ada satu Bidang Penunjang yang dikepala Kepala Bidang (Kabid) Penunjang, yang mengelola peralatan alat-alat kesehatan tersebut. Mulai dari pembelian sampai perawatan, dan itu sudah pasti dibawah binaan Direktur RSUD sebagai KPA. ‘Sepengetahuan saya pernah ini diajukan untuk perawatan, hanya sekitar Rp50 juta, dan sudah dianggarkan, akan tetapi tidak direspon baik oleh Direktur”,tuduh seseorang orang dalam yang tak etis ditulis nama.

Coba bayangkan, sudah tahu ada helat pemeriksaan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika, sebagai persyaratan untuk mendaftar ke KPU, oleh ratusan Balon DPR RI, DPRD Propinsi/kota/kabupaten, dan pesta Pileg ini hanya sekali lima tahun, justru potensi dan peluang ini diabaikan begitu saja. Ada sekitaran 700 balon, dengan sumber pemasukan Rp.788 juta lebih, niscaya kalau mau saja merogoh kocek untuk sesegeranya memperbaiki ronsen yang rusak atau dibeli dengan yang baru, maka dipastikan sudah dapat itu semua.

Lemahnya membaca peluang pangsa pasar, merugikan ke daerah, pertanda buruknya pelayanan prima di RSUD Arosuka Solok, yang sejak dahulunya RSUD Arosuka juga sudah dilebeli sebagai rumah sakit transit. Yaitu sebagai rumah sakit persinggahan, yang hanya sebentar lalu dirujuk ke rumah sakit lain. Justru kapn akan mandirinya RSUD Arosuka, sebagai satu-satunya milik Pemkab.Solok yang kini dipimpin Bupati Epyardi Asda.

Kiranya berbicara alat ronsen rusak, pengadaan sejumlah alat kesehatan di RSUD Arosuka, memang telah banyak kejanggalan, dan kayaknya,  layak untuk dikuliti sebagai berita bersambung, agar menjadi evaluasi perbaikan konstruktif bagi pemerintah daerah. Ceritanya,ada  alat labor yang baru dibeli, sudah ada ditambal pakai plastik stel. “Kan lucu, barang baru dikasih plastic stel”,teraang sumber tadi.

Direktur RSUD Arosuka, drg.Indra Yones, saat didatangi ke ruangan kerjanya di RSUD Arosuka Rabu, (17/5/2023) diperoleh informasi, sedang ke Jakarta. “Bapak Direktur sejak Senin kemarin berangkat DL ke Jakarta. Kamis libur pula, mungkin efektifnya Senin depan masuk lagi”, ujar karyawan berseragam putih menjawab wartawan. Memang sebelumnya dicoba untuk dihubungi lewat telpon, tidak ada tanda masuk. (man)

Artikel Terkait

Berita|Sumbar|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

 


 

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami