Pemkab Dairi Turun Tangan Redam Konflik Pro dan Kontra Terkait PT Gruti

Dairi, bidikkasusnews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berharap konflik antara warga yang pro dan kontra terhadap keberadaan PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti) di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, dapat segera berakhir dengan damai sehingga masyarakat kembali hidup rukun.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala, usai memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dihadiri anggota DPRD, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama Desa Parbuluan VI, Sekretaris Daerah (Sekda) Surung Charles Lamhot Bantjin, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat berlangsung di ruang rapat Bupati Dairi, Kamis (13/11/2025).

“Setelah mendengar berbagai masukan dan saran dari peserta rapat untuk mencari solusi bersama, kami berharap seluruh pihak tetap tenang. Masyarakat yang pro dan kontra agar taat terhadap aturan dalam menyampaikan aspirasi, jangan bertindak anarkis supaya konflik dapat mereda,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menangani persoalan ini. “Kami terus berupaya mencari solusi terbaik. Pemkab Dairi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Menyampaikan aspirasi itu baik, tapi harus sesuai aturan. Jangan termakan isu-isu yang dibungkus dengan narasi pengrusakan atau perambahan hutan oleh kelompok tertentu yang justru merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menyelesaikan konflik berkepanjangan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. “Mari kita ciptakan kampung yang selalu aman dan damai,” paparnya.

Dikutip dari laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Dairi, rapat tersebut digelar sebagai buntut dari konflik antara warga pro dan kontra terhadap keberadaan PT Gruti yang sebelumnya berujung ricuh dan anarkis.

Ratusan warga dari Desa Parbuluan VI dan Desa Sileu-leu Parsaoran melakukan aksi di Mapolres Dairi, Rabu (12/11/2025). Mereka menuntut agar Pangihutan Sijabat, tersangka penghasutan pembakaran, segera dibebaskan yang diketahui baru ditangkap polisi pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dalam rapat itu, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan menyampaikan agar warga yang berkonflik kembali rukun dan menjaga kearifan lokal demi memulihkan situasi.

“Mari segera kita selesaikan permasalahan ini. Polisi akan mengambil langkah nyata jika solusi bersama telah disepakati,” kata Kapolres.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Dairi, Wanseptember Situmorang, menegaskan bahwa pihak pro dan kontra terhadap PT Gruti harus duduk bersama dalam satu forum. Ia juga menekankan peran penting tokoh agama dalam penyelesaian konflik di masyarakat.

(Ariayansah Lubis)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



 

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami