TPIP-TPID Wilayah Sumatera Gelar GPIPS dan Rakor Perkuat Ketahanan Pangan Serta Menjaga Ketersediaan Pasokan Pangan

Palembang, bidikkasusnews.com – Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dan Rapat Koordinasi (Rakor) di Palembang pada 11 Februarti 2026. 

GPIPS merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya, yaitu Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Penyempurnaan ini dilakukan seiring dengan meningkatnya tantangan dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga diperlukan penajaman fokus program serta penguatan sinergi yang lebih erat dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. (09/02/2025).

Dibandingkan program sebelumnya, GPIPS dirancang lebih terfokus pada penguatan ketersediaan pasokan pangan dari sisi hulu, lebih komprehensif dalam mendukung stabilisasi harga pangan, serta lebih menekankan pentingnya sinergi pusat–daerah dalam mendukung program prioritas pemerintah. 

Pada penyelenggaraan pertama di tahun 2026, kegiatan GPIPS dan Rakor TPIP-TPID Wilayah Sumatera mengangkat tema ”Memperkuat Ketahanan Pangan, Menjaga Ketersediaan Pasokan Pangan Periode HBKN dan Antisipasi Risiko Curah Hujan Ekstrem”, yang menitikberatkan aspek ketahanan pangan guna mendukung program prioritas pemerintah dan upaya pengendalian inflasi pangan secara lebih efektif. 

Terdapat 3 isu sentral yang diangkat, yaitu pemulihan sektor pertanian Sumatera pasca bencana alam dan antisipasi risiko curah hujan ekstrem guna menjaga ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi di periode HBKN melalui upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, BULOG, Bank Indonesia serta Pejabat Pemerintah Daerah di Wilayah Sumatera.

Di tengah tantangan bencana, anomali iklim, dan siklus permintaan musiman HBKN, sebagian besar daerah di Wilayah Sumatera mencatatkan deflasi bulanan kelompok bahan makanan pada Januari 2026. Kondisi ini didukung oleh meningkatnya pasokan komoditas hortikultura, seperti cabai dan bawang merah, peningkatan produksi di daerah sentra, serta kelancaran distribusi pangan. Ke depan, berlanjutnya pemulihan pascabencana pada lahan pertanian, penguatan pasokan di daerah sentra, dan terjaganya kelancaran distribusi menjadi kunci untuk menjaga kecukupan pasokan dan mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode HBKN Imlek dan Lebaran 2026.

Penyelenggaraan kegiatan GPIPS dan Rakor TPIP-TPID 2026 diharapkan semakin memperkuat implementasi kerangka kerja program strategis ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Wilayah Sumatera, guna mendukung pencapaian target inflasi nasional sebesar 2,5% ± 1% pada 2026. 

(Ariayansah Lubis)

Artikel Terkait

Berita|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



 

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami