Lubuk Pakam, bidikkasusnews.com - Allahu akbar ... Allahu akbar...Allahu akbar ... Walillahilhamd.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Maasyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah.
Takbir berkumandang pagi ini.Memenuhi langit. Memenuhi dada. Tapi di balik takbir itu, ada sesuatu yang diam-diam pergi.
Demikian kalimat pembuka yang disampaikan oleh Ustaz Bima Surya Maha S.PdI dalam khutbah nya usai shalat Idul Fitri 2447 H/2026 M, yang dilaksanakan di halaman SD IT Bina Insan jalan Masjid I Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Sabtu, (21/3/2026).
"Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah, Ramadan sudah pergi.Bukan sebentar lagi. Bukan hampir. la sudah pergi.Tamu yang paling mulia dalam setahun sudah meninggalkan kita. Dan kita tidak bisa memanggilnya kembali," tambah nya.
"Satu bulan yang lalu, banyak dari kita berjanji. Ramadan ini akan berbeda. Akan lebih khusyuk. Akan lebih dekat dengan Allah.Tapi yang terjadi?,Tarawih kita tinggalkan karena lelah.Qur'an kita buka tapi tidak kita selesaikan. Doa yang kita tunda, terus kita tunda, sampai Ramadan berlalu begitu saja," lanjut Ustaz Bima.
"Dan sekarang kita hadir di sini. Dengan baju terbaik kita. Merayakan kemenangan. Tapi kemenangan apa, kalau kita sendiri tidak yakin sudah berjuang," tegas Khatib.
"Jamaah yang dimuliakan Allah, Allah SWT Berfirman : yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha ḫaqqa tuqâtihî wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn.
yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (QS - Ali Imran ayat 102).
Kita tidak tahu apakah kita akan bertemu Ramadan lagi. Kita tidak tahu apakah umur kita sampai ke sana. Dan kalau umur kita saja tidak kita tahu, apalagi umur orang-orang yang paling kita cintai," ujar Ustaz Bima.
"Khatib ingin bertanya, dimana orang tua hadirin sekarang? Kalau mereka masih hidup, pulang hari ini, cium tangannya,peluk tubuhnya yang mungkin sudah tidak sekuat dulu dan tatap matanya.
Karena kita tidak tahu apakah Lebaran tahun depan kesempatan itu masih ada, tidak tahu apakah pelukan hari ini adalah yang terakhir atau bukan.Hari ini mereka masih ada.
Jangan sia-siakan itu.Tapi kalau orang tua hadirin sudah pergi, mereka di sana hanya menunggu. Tidak bisa lagi berdoa untuk diri mereka sendiri, yang tersisa hanya satu harapan.
Semoga anak-anak yang mereka tinggalkan masih mengingat, masih mendoakan. Selama Ramadan yang baru saja pergi ini, sudahkah kita mendoakan mereka?," papar Khatib.
"Sudahkah kita membahagiakan mereka? Ataukah justru kita sering menyakiti hati mereka dengan perkataan atau sikap kita? Jika mereka masih hidup, ciumlah tangan mereka hari ini. Mintalah maaf tulus, bahagiakan masa tua mereka, dan jangan biarkan mereka merasa kesepian.
Bagi yang orang tuanya telah tiada, jangan putus kiriman doa. "Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil. Lapangkan kubur mereka, terangi lah dengan cahaya-Mu, dan jadikan kubur mereka taman surga-Mu,” beber Ustaz Bima.
"Semoga Idul Fitri ini menjadikan kita anak yang shalih dan shalihah, yang mampu menjadi mahkota bagi orang tua di akhirat kelak, Aamiin Ya Rabbal Alamin..." pungkas Ustaz Bima Surya Maha S.PdI.
Sementara Ketua BKM Nurul Huda Desa Sekip Muhammad Yusuf Surbakti mengatakan "Alhamdulillah, pagi ini ribuan warga Desa Sekip telah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H/ 2026 M. Jadikan momen Hari Raya Idul Fitri ini sebagai ajang silaturrahmi sesama umat muslimin dan muslimat untuk saling bermaafan".
(Tumenggung)





Komentar