Dairi, bidikkasusnews.com - Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi tata kelola data di tingkat akar rumput. Bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemkab Dairi resmi meluncurkan aplikasi SARIMAS (Desa Dairi Membangun Statistik) sebagai bagian dari penguatan program Desa CANTIK (Cinta Statistik).
Kolaborasi strategis antara Diskominfo dan BPS Kabupaten Dairi. Kehadiran SARIMAS dirancang khusus untuk memodernisasi cara desa mengumpulkan, mengelola, hingga menyajikan data agar lebih akurat dan terintegrasi.
Langkah Konkret Digitalisasi Desa, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi, Desi Sianturi, dalam paparannya ,bahwa peluncuran SARIMAS adalah langkah nyata untuk mendorong kemandirian desa. Fokus utama program tahun ini menyasar empat desa di Kecamatan Sidikalang yang menjadi lokus penilaian Desa Cantik, yakni Desa Huta Rakyat, Desa Kalang, Desa Kalang Simbara, dan Desa Bintang.
“Di era digitalisasi saat ini, data bukan sekadar deretan angka. Data adalah faktor utama dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat, akurat, serta berdampak langsung bagi masyarakat,” sebut Desi .
Diskominfo akan terus mengawal pengembangan aplikasi ini agar selalu relevan dengan kebutuhan dan kondisi sosiologis di lapangan. “Sinergi antara Pemerintah Daerah, BPS, dan Pemerintah Desa akan mewujudkan desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga cerdas secara data,” katanya.
Membangun Kemandirian Aparatur aplikasi SARIMAS diproyeksikan menjadi instrumen utama bagi aparatur desa. Dengan sistem yang terdigitalisasi, proses input hingga penyajian data pembangunan tidak lagi dilakukan secara konvensional yang rentan kesalahan, melainkan lebih sistematis dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat perencanaan program pembangunan yang berbasis pada fakta di lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Dairi, Joel Roy Perangin-angin, SST, menyambut baik integrasi teknologi ini. Menurutnya, literasi statistik di tingkat desa adalah kunci utama agar program pembangunan nasional dan daerah bisa sinkron dan tepat sasaran.
Acara peluncuran dan penguatan program ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya Camat Sidikalang Mawardi Tumanggor, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sri Dewi Manik, Kepala Desa Kalang Ranto Nababan, serta para perangkat desa dari empat desa fokus tersebut.
(Mhd Ibrahim Simarmata)


Komentar