Toba, bidikkasusnews.com - Sakkan Siahaan yang mewakili orang tua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Angkatan Muda Pomparan Tuan Ojur Siahaan (FKAMPTO) beberkan bahwa produk SPMB yang terdiri dari 4 jalur yakni jalus domisili,jalur afirmasi,jalur mutasi dan jalur prestasi akan sangat menyudutkan para calon siswa dan orangtua karena beberapa kendala yang mengacu ke juknis seperti yang disampaikan oleh Kacabdis.
Dalam hal ini Sakkan Siahaan dan seluruh orangtua siswa yang tergabung dalam FKAMPTO menagih janji tahun yang lalu dimana dinas pendidikan Provsu akan memberikan sedikit peluang kepada keturunan Tuan Ojur,bila hal tersebut tidak terlaksana sebaiknya Pemprovsu membuat satu jalur lagi yakni jalur khusus bencana "PEMBODOHAN" karena anak anak setempat tidak dapat bersekolah dilokasi terdekat dari tempat tinggalnya serta keturunan dari pemilik tanah di SMA I dan II Balige,sebutnya.
Sementara itu,Pobben Napitupulu menyoroti 4 rombongan belajar(Rombel) yang ada di SMA II Balige untuk yayasan Tunas Bangsa.
Sebab,hanya karena Rombel yang ada di yayasan tunas bangsa,anak anak keturunan tuan Ojur Siahaan tidak dapat menikmati sekolah yang berdiri di tanah yang diberikan/dihibahkan oleh kakek buyutnya ke pemerintah.
"Terlalu naif anak anak kami harus sekolah di luar Soposurung Balige ini",ujarnya ketus dihadapan Kacabdis Wil.VIII Jhon Suhartono Purba.S.Pd,SH,MH diAula SMAN I Balige,Rabu 10 Juni 2026.
Selain Sakkan Siahaan dan Pobben Napitupulu,Jonni Siahaan dengan lantang meminta agar sekolah SMA I dan SMA II dapat menerima calon siswa keturunan Tuan Ojur."Ke 32 anak anak keturunan tuan Ojur harus masuk SMA I atau SMA II,kalau tidak tutup saja kantor Kacabdis dan SMA I dan II ini",ketusnya dengan geram.
Sebelumnya,diawal diskusi yang dilakukan Kacabdis Wil VIII dengan orangtua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Angkatan Muda Pomparan Tuan Ojur,Kepala Sekolah SMAN I Balige telah memaparkan proses SPMB 2026 dan bagaimana menyikapinya terhadap proses penerimaan murid baru tahap II yakni jalur Prestasi.
Menyikapi hal tersebut,Kacabdis menyebutkan seluruh proses penerimaan siswa baru melalui SPMB 2026 sudah sesuai dengan juknis yang ada dan prosesnya dalam pengawasan KPK.
Usai diskusi,sejumlah awak media mendatangi Kacabdis Wil VIII,Jhon Suhartono Purba untuk konfrensi pers."Banyaknya permintaan ini,lebih bagus saya mundur saja",ucap Jhon Suhartono Purba dalam pertemuan dengan dengan sejumlah awak media diaula SMAN I Balige.
(Mansur pardede)


Komentar