Kutacane, bidikkasusnews.com - Keberadaan pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di Aceh Tenggara, petani menjerit.
Kelangkaan pupuk bersubsidi berjenis urea tersebut berdampak sangat signifikan terhadap hasil pertanian di Aceh Tenggara.
Salah seorang petani menyampaikan kepada bidikkasusnews.com, Sabtu (06/06), beliau mengeluhkan atas kelangkaan pupuk subsidi berjenis urea, menurutnya ini akan mempengaruhi terhadap hasil panen berikutnya, dikarenakan pertumbuhan padi akan mengalami hambatan berimbas hasil panen tidak akan maksimal.
"Akibat dari kelangkaan pupuk ini, kami khawatir akan mengalami gagal panen", sebutnya.
Keadaan ini bertolak belakang dengan Misi dan Visi Bupati tentang ketidak langkaan keberadaan pupuk bersubsidi di Aceh Tenggara, tambahnya.
Kepala Dinas pertanian Aceh Tenggara, Riskan, SP, MM ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, kelangkaan pupuk tersebut diakibatkan masalah angkutan, dan ini kita sudah melaporkan kepada pihak Pupuk Indonesia (PI) tentang situasi pupuk sekarang ini.
" Kita sudah melaporkan kepada pihak PI tentang kendala yang terjadi, kelangkaan pupuk ini diakibatkan permasalahan angkutan, dan sekarang pupuk telah berangsur masuk ke Aceh Tenggara, " Terang Riskan.
Harapan masyarakat kedepannya, agar pihak terkait lebih meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan pupuk subsidi berjenis urea dan ponska. Agar tidak terjadi penyalahgunaan pupuk dengan cara menimbun untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri.
(Noris Ellyfian)


Komentar