Ustad Bima : Husnul Khatimah cara Wafat yang Paling Indah

Tanjung Morawa, bidikkasusnews.com -  Jamaah sidang Jumat yang dimuliakan Allah, Setiap manusia pasti akan pulang. Bukan soal kapan kita wafat, karena itu rahasia Allah, yang paling penting adalah dalam keadaan apa kita dipanggil.

Hal itu disampaikan oleh Ustad Bima Surya Maha S.PdI dalam kutbah Jumat di Masjid Baitul Huda Desa Lengau Seprang Kecamatan Tanjung Morawa Jumat, (5/6/2026).

"Ada orang wafat dengan harta melimpah, tapi hatinya jauh dari Allah. Ada orang wafat sederhana, tapi lisannya basah dengan dzikir. Ada orang terlihat biasa di mata manusia, tapi mulia di sisi Allah, itulah yang disebut husnul khatimah, akhir hidup yang baik, indah, dan diridhai Allah," tambah Khatib.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa husnul khatimah adalah ketika seseorang menutup hidupnya dalam keadaan baik, masih membawa iman, masih menjaga taubat, masih mencintai Allah, dan masih berusaha taat sampai akhir hayat.

"Bukan berarti harus wafat di tempat yang terkenal suci. Bukan berarti harus wafat dengan cara yang viral. Bukan berarti harus terlihat dramatis di mata manusia, karena kematian yang indah bukan hanya tentang cara wafatnya, tapi tentang bekal hidup sebelum wafatnya," sambung Ustadz Bima.

"Kematian yang indah dimulai dari hidup yang terarah, banyak orang ingin meninggal dalam keadaan baik, tapi lupa memperbaiki hidupnya hari ini. Ingin wafat sambil mengucap syahadat, tapi semasa hidup jarang mengingat Allah.Ingin wafat tenang, tapi masih menyimpan dendam. Ingin pulang dengan ringan, tapi hak orang lain belum diselesaikan. Ingin husnul khatimah, tapi taubat selalu ditunda," terang Khatib Jumat.

Masih Khatib Jumat, padahal, akhir yang baik biasanya lahir dari kebiasaan yang baik. Orang yang hidupnya dekat dengan Allah, insyaallah akan dimudahkan pulang dalam keadaan dekat dengannya.

"Jamaah yang berbahagia, ada beberapa cara mengupayakan husnul khatimah, 

Yang pertama, jaga iman dan tauhid, kedua, jangan tinggalkan shalat, ketiga, biasakan taubat setiap hari, keempat, perbanyak dzikir. Ke lima, dekatkan diri dengan Al-Qur’an. Karena orang yang akrab dengan Al-Qur’an sedang menyalakan cahaya untuk perjalanan panjang setelah kematian," beber Khatib Jumat.

"Ma'asyiral muslimin rahimahkumullah, yang ke enam, bersihkan hati dari dendam dan iri, yang ke tujuh, selesaikan hak orang lain, ke delapan pilih lingkungan yang mengingatkan kepada Allah, ke sembilan istiqamah dalam amal kecil, ke sepuluh, banyak berdoa memohon akhir yang baik," papar nya.

"Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, husnul khatimah bukan semata hasil usaha manusia, hal itu karunia Allah, maka jangan sombong, jangan merasa aman dan jangan merasa pasti selamat.Perbanyak lah doa : Allahumma inni as’aluka husnal khatimah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akhir hidup yang baik.

Kemudian, bisa juga berdoa : Ya Allah, wafat kan aku dalam keadaan beriman. Wafat kan aku saat Engkau ridha kepada ku. Jangan ambil nyawaku ketika aku sedang jauh dari-Mu. Bimbing aku sampai akhir hidupku.

Husnul khatimah bukan tentang mati dengan cerita yang dipuji manusia. Husnul khatimah adalah ketika Allah ridha saat kita pulang kepada-Nya.

Betapa indahnya jika napas terakhir kita ditutup dengan iman. Betapa tenangnya jika dosa-dosa kita telah kita tangisi dalam taubat. Betapa bahagianya jika orang-orang mengingat kita karena kebaikan. Betapa mulianya jika Allah memanggil kita dalam keadaan hati berserah.

Semoga saat tiba giliran kita pulang, Allah tidak mengambil kita dalam keadaan lalai. Semoga Allah wafat kan kita dalam keadaan beriman. Semoga Allah tutup hidup kita dengan amal terbaik. Semoga akhir perjalanan kita adalah akhir yang indah.

Ya Allah, karunia kan kepada kami husnul khatimah. Jangan wafat kan kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami," pungkas Ustad Bima Surya Maha S.PdI.

(Tumenggung)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya



VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami