Tanjung Morawa, bidikkasusnews.com - Berkisar Pukul 10.30 Wib, pihak Kodaeral I Belawan tiba di Jalan Pendidikan Dusun VIII Desa Limau Manis dan Medan Senembah menggunakan 1 truk dinas dan 2 mobil dinas Selasa, (28/7/2026).
Selanjutnya, pada pukul 11:15 Wib, setelah masuknya personil dari TNI AL ke Pondok pool Desa Limau Manis, spontan massa petani berkumpul di lokasi Simpang Tiga Pondok Pool Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.
Setelah berkumpul, spontan, massa petani yang diwakili Eko menyampaikan pernyataan sikap agar pihak TNI AL jangan mengganggu petani, dan mundur dari lokasi pertanian Desa Limau Manis dan Desa Medan Sinembah. " Kami menolak kehadiran TNI AL yang akan meng-opukasi perladangan di lokasi perladangan kami, sudah 27 tahun kami berladang di lahan ini. Kami Petani sangat mendukung program ketahanan pangan nasional, tapi jangan ganggu kami petani," tegas nya saat berorasi.
Hal yang sama disampaikan Ny alm Arfan Batubara (Yus) yang dalam pernyataan sikap nya menolak kehadiran TNI AL dilokasi perladangan petani. Petani jangan diganggu. Petani juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.
"Kami mohon kepada Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, Kapolri dan Panglima TNI, Gubsu, DPRD Sumut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan DPRD Deli Serdang, agar kami petani di Desa Limau Manis dan Desa Medan Senembah dibantu memfasilitasi pembuatan legalitas surat tanah diperladangan kami dan supaya pihak TNI AL ditarik dari lokasi lahan pertanian masyarakat," harap Bu Yus.
Terpantau dilokasi pondok pool, jumlah warga yang berkumpul berkisar 200 orang.
Sementara personel dari TNI AL sekira 20 orang bertahan melakukan duduk didepan rumah warga di Dusun VIII, Pondok Pool Limau Manis, Medan Senembah. Sedangkan sebagian bertahan di Posko TNI AL.
Sekira pukul 12:05 Wib, massa petani istirahat, namun masih bertahan di lokasi Simpang Tiga Pondok Pool, Desa Limau Manis.
(Tumenggung)



Komentar