Ujung batu, bidikkasusnews.com - Ratusan siswa baru di SMP N1 Ujung batu Rokan hulu Riau, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama pada tahun ajaran baru, (08/07/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh kepala sekolah dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, bertempat di lapangan utama sekolah, Rabu pagi.
Kegiatan orientasi yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik yang baru melalui pendekatan humanis.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah menggabungkan materi pengenalan kurikulum sekolah dengan edukasi anti-perundungan (bullying) serta pendidikan karakter.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyatakan bahwa melalui rangkaian orientasi ini, para siswa baru diharapkan dapat memahami tata tertib sekolah, fasilitas belajar, dan kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia.
Seluruh proses penerimaan hingga orientasi juga dipastikan berjalan transparan sesuai dengan pedoman seleksi yang ditetapkan.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan antar teman seangkatan,dan yang paling berkesan pada tahun ini kepala sekolah bapak H.BERLIAN SIREGAR S.Ag.Sebuah aksi unik dan inspiratif terjadi dalam masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMP Negeri 1 Ujung batu Rokan Hulu,Riau.
Kepala Sekolah, H.BERLIAN SIREGAR S.Ag , memberikan tugas khusus kepada para calon siswa baru untuk melakukan aksi peduli di rumah ibadah, baik masjid maupun gereja.
Tugas ini mewajibkan siswa Muslim dan Kristen untuk saling bekerja sama. Siswa beragama Islam ikut membantu membersihkan halaman gereja, sementara siswa Kristen turut menyapu dan merapikan area luar masjid yang berada di lingkungan sekitar sekolah.
Menurut kepala sekolah H.BERLIAN SIREGAR S.Ag, esensi dari tugas ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan penanaman nilai toleransi sejak dini."Kami ingin menyambut siswa baru tidak hanya dengan pengenalan kelas, tetapi juga pengenalan rasa kemanusiaan. Dengan merawat rumah ibadah sesama, mereka belajar menghormati perbedaan sejak hari pertama sekolah," ujar H.BERLIAN SIREGAR S.Ag saat ditemui pada Rabu (8/7).
Kegiatan yang berlangsung selama Tiga hari ini mendapat respons sangat positif dari orang tua murid dan pengurus rumah ibadah setempat. Salah seorang pengurus gereja mengaku terharu melihat anak-anak tanggap dan tanpa ragu membaur bersama.
Pihak sekolah berharap, lewat penugasan nyata seperti ini, konflik intoleransi remaja dapat dicegah. Selain itu, diharapkan akan lahir generasi muda yang lebih inklusif, adaptif, dan siap menjaga kerukunan umat beragama di masa depan.
(Sabar Sitanggang)



Komentar