MEDAN, Bidikkasusnews.com - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terus melangkah maju dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan kejuruan di wilayahnya. Sejumlah kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara saat ini tengah melaksanakan kegiatan benchmarking sekaligus penyelarasan program Link and Match di Batam, sebuah pusat industri dan pelabuhan yang telah lama dikenal memiliki standar pendidikan vokasi yang sangat selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menyikapi kegiatan ini, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Dr. M. Basyir Hasibuan, M.Pd.,yang didampingi Kepala SMK Negeri I Lumut Drs Sumarno dan beberapa utusan lainnya. menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar perjalanan dinas atau silaturahmi biasa, melainkan langkah strategis yang dirancang secara matang untuk memperkuat fondasi mutu pendidikan kejuruan di daerah.
"Kegiatan ini merupakan sebuah proses kerja yang sistematis dan terukur. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi yang seluas-luasnya, menganalisis praktik terbaik yang telah diterapkan di sekolah-sekolah unggulan di Batam, menemukan kesenjangan atau ruang perbaikan yang masih ada di sekolah kita, hingga menyusun rencana implementasi yang benar-benar relevan dan sesuai dengan karakteristik serta kondisi nyata di masing-masing sekolah di Sumatera Utara," jelas Dr. Basyir dalam keterangannya.
Selama kegiatan berlangsung di Batam, para kepala SMK diarahkan untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan berperan aktif sepenuhnya. Mereka diharapkan teliti dalam mengamati setiap detail pengelolaan sekolah, kurikulum, sarana prasarana, hingga pola kemitraan yang terjalin; berani bertanya secara mendalam mengenai tantangan dan solusi yang diambil; mencatat temuan penting; berdiskusi secara terbuka dengan narasumber dan rekan sejawat; menganalisis potensi penerapan di daerah asal; hingga pada akhirnya mampu menyusun rekomendasi kebijakan dan program konkret yang nantinya akan diterapkan serta dikembangkan di sekolah yang dipimpinnya.
Lebih lanjut, Dr. Basyir menyampaikan harapan besar dari pelaksanaan kegiatan ini. "Kami berharap, melalui kegiatan benchmarking dan Link and Match ini, para kepala SMK dapat semakin kuat dalam membangun kolaborasi sinergis dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, hingga organisasi profesi. Selain itu, mereka diharapkan mampu menginspirasi semangat berubah bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat luas, serta senantiasa menjadi pihak yang paling tanggap dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan dunia kerja yang terus berubah dengan cepat."
Pada akhirnya, lanjutnya, seluruh proses ini diarahkan untuk mendorong transformasi menyeluruh agar SMK di Sumatera Utara tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas, melainkan menjadi sekolah unggul yang mampu melahirkan lulusan kompeten, serta menjadi contoh dan memberi dampak positif bagi kemajuan sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
(Stevpas)


Komentar