Toba, bidikkasusnews.com - Perangkat Lurah Lumbandolok Haumabange Balige JHT,mengadukan oknum Lurahnya karena tidak terima dengan perlakuan oknum lurah tersebut kebawahannya.
Menurut keterangan yang dihimpun awak media ini,oknum lurah Lumbandolok Haumabange selalu menyebarkan status W A menyudutkan JHT sebagai pelapor Kasie Trantib dan Seklur ke publik/umum.
"Secara pribadi privasi saya terganggu dengan status W A ibu Lurah Lumbandolok Haumabange Balige itu dan telah menyerang pribadi dan personal dan mengakibatkan anak saya merasa keberatan dengan adanya status tersebut",ujar pelapor yang enggan menyebutkan inisial atau namanya dipublikasikan.
"Bukan hanya saya saja mendapat perlakuan seperti itu,ada beberapa orang lagi pegawai kelurahan Lumbandolok Haumabange Balige mendapat hal serupa",ujarnya
Anehnya,perlakuan oknum lurah Lumbandolok Haumabange Balige ini menayangkan di statusnya bahwa saya sering tidak masuk kantor.
Contohnya,hari ini saya masuk kantor atau istilahnya chek in jam 7'30 Wib dan chek out jam 17'00 Wib tapi kehadiran atau absensi saya ini dapat di invalid yang bersangkutan, terangnya lagi.
Selain itu,sudah hampir 2 tahun lebih TPP saya dipotong oknum lurah tersebut dengan berbagai dalih,namun saya abaikan dan ini sudah beberapa kali dilakukan mediasi di BKPSDM dan Kantor Camat tapi mengalami jalan buntu jelasnya lagi.
Secara pribadi dan keluarga saya tidak terima dengan perlakuan oknum lurah tersebut, sepertinya oknum lurah itu menyebarkan sentimen pribadi ke publik.
Informasi terakhir yang dihimpun awak media ini,Jum'at 31-07-2026 pelapor telah membuat pengaduan ke Polres Toba karena merasa dilecehkan dengan status W A oknum lurah Lumbandolok Haumabange Balige tersebut.
Ronald Siahaan,Plt Kades Paindoan yang juga kasie trantib pada kelurahan Lumbandolok Haumabange Balige menyesalkan tindakan semena mena Lurah Lumbandolok Haumabange,Lasma Simanjuntak.S.E terhadap kami aparat kelurahan Lumbandolok Haumabange,ujarnya dikantor Desa Paindoan Balige, Selasa 11-08-2026.
Tindakan semena mena oknum lurah Lumbandolok Haumabange terkesan sentimen pribadi kepada kami anggotanya dengan memposting absensi digroup masyarakat umum.
"Postingan lurah terkait absensi kami digroup masyarakat umum sangat memukul pribadi dan keluarga kami khususnya anak anak kami",sebutnya.
Pun demikian, permasalahan saya dengan oknum lurah telah diselesaikan di kantor BKPSDM dan Kantor Camat Balige,ujarnya menerangkan.
Terkait dengan permasalahan yang menimpa saudara JHT,saya selaku kasie trantib kelurahan Lumbandolok Haumabange Balige sudah berupaya mendamaikan saudara JHT dan oknum Lurah dan tercapai,sebutnya menerangkan kembali.
Sekaitan dengan kondisi sekarang,kabar yang beredar dikalangan aparatur kelurahan bahwa peristiwa kearoganan oknum lurah Lumbandolok Haumabange Balige kembali kambuh lagi dengan menginvalidkan saudara JHT dan sekertaris Lurah,dan belum lama ini saya juga mengalaminya setelah saya diangkat menjadi Plt Kepala Desa Paindoan Balige,ujarnya lagi.
Sebelumnya,JHT merasa gerah dengan tindakan oknum Lurah Lumbandolok Haumabange Balige yang sesuka hatinya menginvalidkan absensinya dan rekan sesama aparatur lurah melaporkan tindakan oknum lurah Lumbandolok Haumabange Balige ke polres Toba.
"Saya akan lawan kesewenang-wenangan lurah Lumbandolok Haumabange terhadap kami,tidak etis lurah Lumbandolok Haumabange memposting absensi kami di group masyarakat umum.Akibat postingan oknum tersebut,isteri dan anak saya sangat shock dan merasa malu dipublikasikan" terangnya.
Sementara itu, Seklur Lumbandolok Haumabange Balige,Delima Silalahi menuturkan bahwa "Perlakuan lurah Lumbandolok Haumabange Balige terhadap bawahannya terkesan diktator serta tidak mengayomi bawahannya",terangnya merasa kesal.
Untuk langkah hukum yang dilakukan oleh JHT ke Polres Toba menurut saya sangat tepat dan saya dukung penuh karena oknum lurah Lumbandolok Haumabange Balige sudah tidak etis dan mempertontonkan kebobrokannnya organisasi yang dipimpinnya, sebutnya.
(Mansur pardede)


Komentar