Unras Kelompok Tani Di Kantor BSP Kisaran Asahan Diwarnai Ketegangan & Hujan Batu

Asahan, bidikkasusnews.com - Aksi Unras (Unjuk rasa) yang di gelar masa mengatasnamakan Kelompok Tani di PT. Bakri Sumatera Plantations ( BSP ) Kota Kisaran Kabupaten Asahan di warnai ketegangan dan hujan batu, Kamis, 13/08/2026.

Kericuhan berawal saat massa aksi mencoba bergerak masuk kedalam areal gedung perkantoran.

Hasil pantauan di lapangan pihak BSP memperkuat penjagaan dengan blokade pintu masuk dengan memakai pagar kawat duri.

Pihak perusahaan mengerahkan ± 150 personel security untuk mencegah massa masuk ke area gedung perkantoran.

Dalam situasi ketegangan antara kedua belah pihak, tiba tiba batu beterbangan dari arah yang belum di pastikan dan akhir nya antara kedua nya saling melempar batu kedua kelompok tersebut.

Situasi dapat di redam ketika aparat kepolisian dari Polres Asahan turun tangan guna melakukan pengamanan.

Setelah ketegangan dapat di redam dan kondusif, beberapa perwakilan dari pengunjung rasa di undang masuk guna melakukan mediasi dan berdialog langsung dengan manajemen PT. BSP.

Para pengunjuk rasa tersebut meminta untuk transparan dengan menunjukkan dokumen resmi terkait kelegalitasan penguasaan lahan yang di permasalahkan.

Dan mereka juga meminta agar perusahaan di bidang perkebunan untuk transparan atas kewajiban nya termasuk realisasi kewajiban pembangunan kebun masyarakat (plasma) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa Wahyudi mengatakan, terkait status lahan yang menjadi sengketa, Legal PT BSP Kisaran telah memegang legalitas sah atas lahan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Menurut nya, point itu telah di sampaikan secara langsung kepada perwakilan dari pengunjuk rasa yang di undang untuk melakukan dialog di ruangan 

" Kami sudah menjelaskan terkait legalitas yang sah sesuai ketentuan terkait lahan yang mereka pertanyakan tersebut " Ucapnya.

Al Haris selaku Manajer Social Security & Partnership PT BSP, pengamanan yang di lakukan pihak perusahaan bertujuan untuk melindungi aset perusahaan serta mengantisipasi potensi kericuhan.

" Ada 150 personel sekuriti kita siapkan " Ujarnya.

Dia juga mengatakan jika pengamanan tersebut di siagakan untuk melakukan pengamanan terhadap aset perusahaan.

Harus juga menyayangkan aksi unjuk rasa di warnai insiden pelemparan batu yang mengakibatkan beberapa pekerja mengalami cedera.

" Ada lima orang karyawan yang terluka akibat terjadi nya pelemparan batu tersebut, dan sudah di bawa kerumah sakit Kartini untuk mendapatkan perawatan medis " Ucapnya.

( INDRA SARAGIH )

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya




VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami