Deli Serdang, bidikkasusnews.com - Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah...
Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun, tanpa terasa, kita sekarang sudah berada di akhir bulan September 2026, waktu berjalan terasa sangat cepat. Jatah umur kita semakin menipis. Ajal kita semakin dekat. Maut ibarat pedang terhunus yang setiap saat bisa saja menebas batang leher kita. Kita tidak tahu kapan kita meninggalkan dunia yang fana’ ini. Kita juga tidak tahu di mana kita akan mengakhiri hayat kita.
Hal itu disampaikan oleh Ustad Bima Surya Maha S.PdI pada khutbah Jumat di Masjid Baitussalam komplek Taman Tenera jalan Karya Wisata Ujung Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang Jum'at, (25/9/2026).
"Jamaah Jumat yang dirahmati Allah...ada Empat Perkara yang akan dipertanyakan pada hari kiamat, tidak seorang pun akan luput.
Hari Kiamat adalah hari pertanggung jawaban. Pada hari itu, manusia tidak akan mampu berbohong, tidak dapat bersembunyi dan tidak bisa melarikan diri.
Setiap nikmat, kesempatan, dan umur yang Allah berikan akan dimintai pertanggung jawaban.
Rasulullah SAW Bersabda : "Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara." (HR. Tirmidzi)
Lalu, apakah empat perkara tersebut..?
Pertama, tentang Umurnya, untuk apa dihabiskan, setiap detik kehidupan yang kita jalani akan dimintai pertanggung jawaban. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Apakah umur kita dihabiskan untuk ketaatan, atau justru untuk kelalaian dan maksiat..?
Allah telah memberikan waktu yang sama kepada setiap manusia.Tetapi tidak semua menggunakannya untuk mencari ridha-Nya," jelas Khatib Jumat.
"Jamaah yang dirahmati Allah...kemudian yang ke dua, tentang Ilmunya, apakah sudah diamalkan...Ilmu bukan sekadar untuk diketahui. Ilmu adalah amanah yang harus diamalkan.
Semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya di hadapan Allah. Sebab ilmu yang tidak diamalkan dapat menjadi hujjah yang memberatkan pada Hari Kiamat.
Ketiga, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan. Harta adalah nikmat sekaligus ujian. Bukan hanya tentang berapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana cara memperolehnya.
Apakah dari jalan yang halal atau haram..?
dan ke mana harta itu digunakan..? Untuk kebaikan atau kemaksiatan..?.Setiap rupiah akan dimintai pertanggung;jawaban nya.
Lalu yang keempat, tentang tubuhnya, untuk apa digunakan.Mata, telinga, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan adalah titipan dari Allah.
Semuanya akan menjadi saksi pada Hari Kiamat. Apakah tubuh ini digunakan untuk sujud kepada Allah atau justru dipakai untuk bermaksiat kepada-Nya. Hari itu, anggota badan akan berbicara dengan izin Allah.
Sebagai penutup, sebelum datang hari hisab,
hisab lah diri kita sendiri. Sebelum amal ditimbang, timbang lah amal kita hari ini.
Karena kelak tidak ada yang dapat menolong kita selain rahmat Allah dan amal saleh yang kita kerjakan.
Semoga Allah memudahkan kita untuk mempersiapkan jawaban terbaik sebelum tiba Hari Kiamat, Aamiin...ya rabbal alamiin...," pungkas Ustad Bima Surya Maha.
(Tumenggung)


Komentar