Batu Bara, bidikkasusnews.com - Pemerintahan Desa Sumber Tani geger ulah kepala desa yang mencoreng muka nya sendiri, seharusnya menjadi pimpinan di masyarakat, malah membuat masyarakat nya malu karena pemimpin nya terlibat Narkoba.
Jabatan kepala desa semestinya menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam perilaku maupun dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Namun, dugaan keterlibatan seorang kepala desa di Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, dalam razia Badan Narkotika Nasional (BNN) di tempat hiburan malam kini menjadi sorotan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang kepala desa berinisial SD diduga berada di salah satu ruangan Family Karaoke yang berlokasi di kawasan Hotel Singapura Land Kabupaten Batu Bara, bersama empat orang lainnya termasuk salah satu nya warior.
Kelimanya disebut menjalani pemeriksaan dan tes urine saat petugas BNNK Batu Bara melaksanakan razia,ternyata kepala desa dan empat lain nya positif pengguna narkoba.
Kabar tersebut beredar di tengah masyarakat dan memunculkan pertanyaan mengenai perilaku aparatur pemerintahan desa yang seharusnya memberikan contoh baik kepada warga.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kepada wartawan bahwa kepala desa tersebut diduga ikut diamankan saat petugas melakukan razia di lokasi hiburan karaoke.
Menindaklanjuti informasi itu, tim jurnalistik melakukan konfirmasi langsung ke Kantor BNN Kabupaten Batu Bara pada Jumat (9/10/2026).
Kedatangan wartawan diterima Zulfikar, Kasubbag Umum BNN Kabupaten Batu Bara, bersama sejumlah staf di aula kantor tersebut.
BNNK Batu Bara Benarkan Adanya Razia, Lima Orang Disebut Positif Tes Urine.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Zulfikar membenarkan bahwa pihaknya bersama tim telah melaksanakan kegiatan razia di tempat hiburan karaoke pada Rabu malam, 7 Oktober 2026.
Menurut Zulfikar , kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BNN Provinsi Sumatera Utara dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika melalui gerakan Bersinar.
“Informasi itu benar. Kami bersama tim melaksanakan kegiatan dan melakukan razia di tempat hiburan karaoke, tepatnya Family Karaoke yang berlokasi di kawasan Hotel Singapura Land,” ujar Zulfikar.
Ia menjelaskan, petugas memeriksa tiga ruangan karaoke. Dari hasil pemeriksaan awal, dua ruangan menunjukkan hasil tes urine negatif. Sementara itu, lima orang yang berada di ruangan ketiga disebut menunjukkan hasil tes urine positif.
“Dari tiga ruangan yang kami razia, dua ruangan hasil tes urinenya negatif. Namun, di ruangan ketiga terdapat lima orang yang hasil tes urinenya positif,” jelasnya.
Kelima orang tersebut disebut berinisial IS, SD, MD, KS, dan MR. Salah satu di antaranya, SD, diduga merupakan kepala desa di Kecamatan Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara.
Zulfikar juga menyatakan bahwa saat razia berlangsung, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika di lokasi. Adapun dugaan penggunaan ekstasi yang disebutkan dalam keterangan tersebut berkaitan dengan hasil pemeriksaan urine, bukan penemuan barang bukti fisik.
Dengan demikian, hasil tes urine positif perlu dipahami sebagai temuan pemeriksaan awal dan tidak dengan sendirinya membuktikan seluruh unsur tindak pidana narkotika.
Keluarga Disebut Meminta Asesmen dan Rehabilitasi
Lebih lanjut, Zulfikar menerangkan bahwa pihaknya telah memproses permintaan asesmen terhadap kelima orang tersebut berdasarkan permintaan keluarga.
Menurut keterangannya, mereka kemudian diarahkan menjalani layanan rawat jalan dengan delapan kali kunjungan ke klinik BNNK Batu Bara.
“Keluarga kelima orang tersebut meminta agar dilakukan asesmen atau rehabilitasi. Kami menjalankan proses sesuai prosedur, dengan delapan kali kunjungan ke klinik untuk rehab jalan,” ungkapnya.
Zulfikar turut menyebutkan bahwa pihaknya sempat memanggil unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, tindak lanjut dari sisi pemerintahan desa belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang diperoleh wartawan.
Dikonfirmasi Wartawan, SD Memberikan keterangan mengatakan tidak ada masalah ujarnya, Penjelasan Lengkap.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, SD belum memberikan penjelasan substantif mengenai informasi tersebut.
Ditempat terpisah Kabid Pemdes PMD Saidun saat ditanya, terkait diduga ada Kades yang dinyatakan BNN positif memakai Anpetamin(Extasi)di karaoke family Hotel Singapore Line mengatakan " Terkait itu memang kami sd tau dan kami sedang menunggu surat dari pihak BNN, secepatnya kami akan menyurati Kades yang dimaksud secepatnya, " tegasnya. (A.Nst)


Komentar