PKS Unit Tinjowan Raih Predikat Ranking I Se-PTPN IV

Simalungun, bidikkasusnews.com - Pabrik Kelapa Sawit Unit Tinjowan,  adalah merupakan satu dari 16 Pabrik Kelapa Sawit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dan sejak beberapa bulan terakhir tampak melakukan perubahan diberbagai sektor.

Mulai dari peningkatan keasrian lingkungan pabrik serta  upaya peningkatan daya olah melalui   tim work (satuan kerja) yang solid, sampai kepada upaya penghematan Bahan Bakar Minyak, semua diupayakan demi meraih target yang dibebankan managemen perusahaan.

Hasilnya memang tidak sia-sia sebab sampai dengan september 2019, atau sekitar 3 bulan melakukan perubahan, Pabrik Kelapa Sawit Unit Tinjowan berhasil mencapai peningkatan daya olah yang sangat signifikan dan menurut data yang diperoleh, pada bulan september 2019, Pabrik Kelapa Sawit Unit Tinjowan mampu mengolah TBS, sebesar 95,  93% dari target olah yang ditentukan.

Peningkatan kapasitas olah yang diraih sejak beberapa bulan terakhir, justru bukan membuat tim kerja yg terbentuk merasa puas, justru sebaliknya seluruh jajaran yang dipercaya perusahaan bekerja di  PKS unit Tinjowan, justru makin bergiat dan seolah ada prinsip mempertahankan keberhasilan jauh lebih sulit ketimbang meraihnya.

Kesolidan tím yang dibentuk, tetap berupaya meningkatkan kualitas kerja dan  pada awal november 2019,  PKS Unit Tinjowan kembali mampu meningkatkan target olah dengan capaian 102,44 % dengan capaian rendemen 23, 97% dan hal ini sekaligus  menjadikan PKS Unit Tinjowan sebagai Ranking I dari 16 PKS yang beroperasi di PT. Perkebunan Nusantara IV.

Selain berusaha melakukan perubahan dalam  peningkatan kafasitas target olah, PKS Unit Tinjowan juga melakukan penataan lingkungan yang tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang asri dan menurut amatan dilingkungan PKS unit Tinjowan telah terjadi perubahan yang drastis dengan kondisi lingkungan yang terlihat rapi.

Tidak hanya itu, bahkan dalam menjalankan operasional Pabrik, seluruh staf dan pekerja di Pabrik, benar benar menerapkan peraturan yang telah diamanahkan undang undang termasuk peraturan SMK3, sehingga keselamatan pekerja di Pabrik Pengolahan TBS yang dihasilkan kebun Tinjowan dan Kebun Padang Matinggi itu benar benar terjaga dan hal ini telah dibuktikan melalui audit eksternal yang dilakukan oleh PT. Sucopindo (persero) pada tanggal 14 sampai dengan 16 oktober 2019 lalu dengan perolehan nilai sebesar 95, 83 %, dan untuk itu PKS unit Tinjowan  berhak menerima  sertifikat bendera emas.

Perubahan demi perubahan yang diraih PKS unit Tinjowan sejak empat bulan terakhir, membuat banyak pihak memberi dukungan, namun bagi PKS Unit Tinjowan, keberhasilan yang diperoleh, justru merupakan suatu tantangan berat, sebab mempertahankan prestasi jauh lebih sulit ketimbang maraihnya.

Hal ini diakui oleh manager unit PKS unit Tinjowan, Danil Nafri yang ditemui di ruang kerjanya,  kamis, 7 nopember 2019 lalu.

Manager Unit PKS Tinjowan Danil Nafri didampingi masrep PKS unit Tinjowan M. Arif Nasution kepada wartawan menjelaskan bahwa perubahan di unit PKS Tinjowan merupakan tuntutan perusahaan, kemudian keberhasilan yang diraih PKS Tinjowan saat ini merupakan anugerah dan pemberian dari tuhan.

Diakui sejak diberi kepercayaan menjadi manager PKS Unit Tinjowan, Danil Nafri dan seluruh karyawan, mulai dari karyawan pimpinan dan karyawan Pelaksana,  membentuk satu tim kerja yang solid dengan niat bersama-sama melakukan perubahan dan peningkatan diberbagai bidang kerja.

Bukan hanya  menjadi PKS peraih daya olah tertinggi, namun PKS unit  Tinjowan juga mampu menghemat penggunaan bahan bakar yang otomatis akan menekan harga pokok bagi pengolahan TBS di PKS unit Tinjowan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Danil Nafri juga menjelaskan bahwa PKS unit Tinjowan, juga melakukan pembinaan terhadap lingkungan, termasuk mengadakan program jumat berkah yang tujuannya membina hubungan silaturahmi dengan semua pihak.

Kemudian untuk memacu kinerja di PKS unit Tinjowan, dilakukan upaya saling mengingatkan melalui program  lingkaran pagi.

Ditanya tentang upaya peningkatan capaian minyak (rendemen), Danil  Nafri mengatakan bahwa  antara PKS Tinjowan dengan unit usaha kebun Tinjowan dan unit usaha Padang Matinggi  selalu melakukan koordinasi sehingga Tåndan Buah Segar (TBS) yang akan diolah di PKS benar benar memiliki tingkat kematangan yang sempurna.

Selain melakukan sortasi terhadap TBS yang dihasilkan kebun seinduk, antara PKS unit Tinjowan dengan unit usaha kebun seinduk yang TBS nya diolah di PKS Tinjowan telah membina  koordinasi  yang baik, kata Danil Nafri,  seraya menambahkan salah satu bentuk koordinasi adalah dengan membentuk grup WA, yang tujuannya untuk memudahkan komunikasi. (M. Said Nasution)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami