Wakil Bupati Martua Sitanggang Hadiri Acarat Adat Memotong Kambing Putih Oleh Lembaga Adat Sitolu Hae Horbo Salaon


Samosir, bidikkasusnews.com - Masyarakat di tiga desa di kecamatan Ronggurnihuta  hari ini Kamis, 20-1-2022 melaksanakan Acara Adat Maneat Hambing Nabottar atau didalam bahasa Indonesia diartikan Menyembelih Kambing Putih.

Acara Adat yang dilaksanakan oleh Para Natua tua (orang tua.Ret)  yang terhimpun didalam satu wadah yakni Lembaga Adat Bius Sitolu Hae Horbo Salaon. Lembaga adat yang sudah di dirikan beberapa waktu yang lalu, tepatnya di 2021.

Lembaga adat yang Pengurusnya berasal dari tiga desa di Salaon : Salaon Toba, Salaon Tonga tonga dan Salaon Dolok.
Acara Adat yang merupakan sebuah ritual yang diawali dengan Menyembelih Kambing Putih yang dilakukan di bawah pohon, dimana pohon tersebut memang sengaja di tanam untuk kepentingan ritual dan sudah berusia puluhan tahun. Disekitar Pohon tersebut memang sudah ditata dengan baik untuk kepentingan ritual adat yang sudah dilaksanakan di Salaon sejak orang tua tua dahulu.

Setelah Kambing Putih di sembelih, lalu dikuliti, selanjutnya Kulit kambing putih tersebut dikelilingkan sebanyak tiga kali mengelilingi pohon tersebut. 
Kulit kambing putih yang dikelilingkan sambil diiringi musik gondang. Sementara daging kambing putih yang sudah terpisa dengan kulitnya oleh beberapa orang (parhobas) dibawa kesuatu tempat yang sudah disiapkan untuk selanjut di potong (dimasak), dan nantinya setelah selesai seluruh rangkaian ritual adatnya dan daging pun sudah selesai dimasak, maka daging dari kambing putih tersebut akan dihidangkan untuk dijadikan lauk dalam acara makan bersama bagi seluruh yang mengikuti upacara adat tersebut.


Diselah selah rangakaian Upacara adat hari ini Seluruh Tokoh Adat yang sudah terpilih sebelumnya masuk didalam Lembaga Adat Bius Sitolu Hae Horbo Salaon, berkumpul ditengah halaman dan pada hari ini juga mereka dilantik dan ditetepkan untuk masa bakti 2022 s/d 2027.
Pelantikan yang dilakukan oleh Raja Jolo dengan membacakan Surat Keputusan oleh Salah seorang yang mengatas namakan Raja Jolo. Pelantikan disaksikan langsung oleh bapak Beresman Simbolon selaku Camat Ronggurnihuta yang didampingi oleh ketiga kepala desa yakni : kepala desa Salaon Dolok, kepala desa Salaon Tonga tonga, dan kepala desa Salaon Toba.

Kemudian rangkaian acara dengan menampilkan tari tarian (tortor).
Totor Babi Ambat (tolak bala) yang ditampilkan oleh group tari yang merupakan binaan dari Lembaga Adat Bius Sitolu Hae Horbo Salaon.
Para penari yang terdiri dari Anak Sekolah Dasar, SMP dan SLTA yang berasal dari ke tiga desa di Salaon.

Dalam Upacara Adat Maneat Hambing Nabottar hari ini Turut hadir Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM yang didampingi Asisten II Hotraja Sitanggang, Plt. Kadis Pariwisata Tetty Naibaho.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi kegiatan Upacara Adat ini dan mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan pengukuhan Lembaga Adat di Salaon. 

"Hal ini merupakan pelestarian budaya yang patut dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda. Budaya merupakan kekayaan yang sangat berharga dan tidak ternilai," kata Martua Sitanggang.

Diharapkan, lembaga adat, tokoh adat untuk bergandengan tangan guna memelihara kearifan lokal sehingga kemajuan teknologi dan modernisasi tidak menggilas budaya adat Batak.  

Lebih jauh, Wabup menyampaikan dengan pelantikan lembaga adat di Bius Sitolu Hae Horbo Salaon menjadi momentum kebangkitan pelestarian adat. 

"Lembaga adat diharapkan dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagaimana kebiasaan-kebiasaan nenek moyang terdahulu dengan menuliskan dan mendokumentasikan untuk diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa pembentukan lembaga adat ini tidak bermaksud untuk menghilangkan peran lembaga yang sudah berbuat dibidang adat. Akan tetapi katanya lebih mengukuhkan dan saling bersinergitas. 

Dengan demikian lanjut Martua, akan terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera, bermartabat, secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan sesuai dengan Visi Bupati Samosir.

Dalam pelaksanaan Upacara Adat Maneat Hambing Putih terlihat jelas peran pemangku raja adat tertua yaitu Raja bius (Raja Oloan), Parbaringin (Pande Bolon) dan Raja Bondar sebagaimana kehidupan nenek moyang Batak terdahulu.  

Ritual Babi Ambat (tolak bala) diperankan dalam sebuah tor-tor yang memperagakan asal mula penyakit yang menggerogoti masyarakat dan membuat kesulitan. Sehingga raja adat mempersembahkan seekor babi kepada mula jadi nabolon dan darahnya dijadikan obat penolak bala. Pada akhirnya, masyarakat sembuh dan kembali kepada kehidupan normal. 

Ritual Maneat Hambing Putih dilengkapi dengan sesajen berupa Sitoppian Nagodang, Rudang Najagar, Nitak Nihopingan, Nitak Nihittang ni Andalu dan Nitak Gabut. Pelaku ritual dilengkapi dengan pakaian adat khas Batak toba. 

(Bastian Simbolon)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami