Batu Bara, bidikkasusnews.com - Kembali Kabar duka menyelimuti dunia pers di Kabupaten Batu Bara. Wartawan online DetikNews86. Com. Sultan Aminudin akrab disapa Ucok Kodam meninggal dunia pada Rabu (03/06/2026) 18.00 wib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain.
Kehilangan sosok jurnalis senior yang di kenal rendah hati dan pekerja keras itu sangat meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat hingga rekan-rekan sesama insan pers.
Semasa hidupnya, Almarhum Ucok Kodam di kenal sebagai jurnalis yang aktif mengabadikan berbagai peristiwa penting di Kabupaten Batu Bara.
Melalui tinta emasnya, almarhum banyak menulis dinamika pembangunan daerah, aktivitas sosial masyarakat hingga berbagai agenda Pemerintah Kabupaten Batu Bara.
Di mata rekan seprofesi, almarhum merupakan pribadi yang sangat, mudah bergaul dan memiliki loyalitas tinggi terhadap profesinya.
Kehadirannya di lapangan sering menjadi penyemangat bagi rekan-rekan media. Kami yang dari media di Tanjung Tiram ini merasa sangat kehilangan sosok seperti Alm.
Sejak Rabu malam hingga Kamis (04/06/2026) rumah duka terus dipadati para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sejumlah jurnalis dari berbagai media, organisasi wartawan sepeti Ikatan Wartawan Online (IWO) Batu Bara, dan Persatuan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Batu Bara, Tokoh Pemekaran Batu Bara Syahrul Usman, Ketua Advokasi Citra Independen (ACI) Mukhlis ACI, Ketua PWI Batu Bara Muhammad Amin, masyarakat hingga pejabat Pemkab Batu Bara turut hadir menyampaikan belasungkawa.
Almarhum Ucok Kodam bukan hanya rekan kerja, melainkan sahabat yang selalu hadir membawa semangat positif.
Ia di kenal tidak pernah membeda-bedakan senior maupun junior siap membantu di lapangan, tutur Mukhlis ACI.
Kepergian Almarhum Ucok Kodam menjadi kehilangan besar bagi dunia pers di Kabupaten Batu Bara.
Meski langkah dan tinta emasnya kini telah berhenti, dedikasi dan karya jurnalistik yang almarhum tinggalkan akan terus di kenang sebagai bagian dari perjalanan pers di Kabupaten Batu Bara, ujar Mukhlis.
(A.Nst)



Komentar