LABUSEL, BidikKasusnews.com - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah PT. Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.31 WIB. Tabrakan antara sepeda motor Honda Supra dan Honda Verza merah itu merenggut nyawa seorang pelajar, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Revan, pelajar SMP Negeri 1 Kotapinang yang akan memasuki kelas VIII. Korban diduga mengalami luka berat akibat benturan keras dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Namun di balik tragedi tersebut, sorotan tajam justru mengarah pada lambannya respons petugas di lokasi. Sejumlah warga dan keluarga korban mengaku kecewa karena petugas dinilai tidak segera tiba untuk melakukan evakuasi maupun pengaturan arus lalu lintas.
Menurut keterangan keluarga korban, karena ambulans maupun kendaraan dari Satlantas tak kunjung datang, mereka akhirnya memutuskan membawa sendiri jenazah korban menggunakan kendaraan milik keluarga.
“Kalau lama kali datang ambulans atau mobil dari Satlantas, ya sudah biar kami bawa sendiri,” ujar salah seorang anggota keluarga dengan nada kecewa.
Akibat kecelakaan itu, arus kendaraan di Jalinsum sempat mengalami kemacetan cukup panjang. Warga sekitar yang berada di lokasi akhirnya turun tangan mengevakuasi korban ke tepi jalan agar tidak menghambat lalu lintas sekaligus memberikan pertolongan awal sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
Seorang warga berinisial H.HR (52) mengaku masyarakat terpaksa bergerak cepat karena khawatir kondisi korban semakin memburuk.
“Kenapa lama sekali petugas Satlantas datang. Kalau kami tidak segera mengangkat para korban ke mobil, kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.
Warga juga menyebut jenazah korban akhirnya dibawa menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada kendaraan evakuasi yang tiba saat itu.
Saat dikonfirmasi, pihak Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan melalui Kasat Lantas AKP Yustina S.H., Menyampaikan bahwa petugas sedang menuju lokasi.
Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga, petugas baru tiba beberapa waktu kemudian. Sementara Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga belum memberikan tanggapan saat dihubungi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi pasti kecelakaan, identitas lengkap seluruh korban, maupun penyebab tabrakan.
Polisi masih diharapkan segera menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi jajaran Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan. Dalam kecelakaan yang melibatkan korban jiwa, kecepatan respons petugas merupakan faktor penting untuk penyelamatan korban, pengamanan lokasi, dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Apabila benar terjadi keterlambatan sebagaimana disampaikan warga dan keluarga korban, maka evaluasi menyeluruh terhadap sistem respons darurat perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kekecewaan masyarakat.
(Ir,Lubis)


Komentar