Faktanya Masih Ada Penduduk Yang Belum Mendapatkan Aliran Listrik Di Kecamatan Pangururan Ibu Kota Kab. Samosir



Samosir, bidikkasusnews.com - Saat awak media bidikkasusnews.com bersama salah seorang pengurus LSM LPPAS RI yakni Bastian Simbolon mengunjungi kantor desa Huta Tinggi yang mana tujuan kami adalah untuk menanyakan kembali apakah masyarakat di Huta Pea Guru Dusun III saat ini sudah menerima penerangan listrik, oleh kepala desa dinyatakan bahwa sampai saat ini belum ada sambungan listrik ke huta tersebut.

Sebagai mana yang disampaikan oleh bapak Bastian Simbolon yang merupakan salah seorang pimpinan di LSM LPPAS RI (Lembaga Pemantau Pembangunan Dan Aset Republik Indonesia) bahwa beliau juga sudah perna menyampaikan permohonan ini sudah hapir satu tahun yang lalu kepada pihak PLN Cabang Samosir yakni dimasa kepemimpinan bapak Marbun sebagai kepala cabangnya kala itu.

Ditambahkan oleh bapak Bastian Simbolon bahwa beliau sangat merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang tinggal di Huta Pea Guru Dusun III Desa Huta Tinggi agar segerah bisa menerima sambungan listrik.

Dalam pandangan beliau karena Desa Huta Tinggi lokasinya tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Samosir Pangururan. Desa Huta Tinggi juga merupakan salah satu desa di kecamatan Pangururan.

Akhirnya kami berinisiatif untuk menjembatani permohonan pemerintah desa Huta Tinggi, bahwa kami akan membawakan permohonan tersebut kepada Pimpinan PLN Cabang Samosir dan berjanji akan menyuarakan permohonan tersebut agar bisa mendapatkan tanggapan dan segerah bisa terpasangkan tiang tiang listrik ke huta tersebut.

Setelah keluar dari kantor desa Huta Tinggi, kami selanjutnya meninjau kembali lokasi Huta Pea Guru, dilokasi kami menemui bahwa saat ini sudah ada 7 unit rumah yang berdiri disana dengan jarak ramah yang agak berjahuan, artinya sudah ada 7 kepala keluarga yang tinggal di sana.

Hal lain yang dapat kami temui dilokasi bahwa diantara 7 unit rumah yang ada disana, kami melihat bahwa sudah ada beberapa rumah masyarakat yang mana sudah ada kabel lisrik yang tersambung kerumah mereka, namun kabel kabel listrik tersebut terpasang (tergantung) ditiang tiang kayu pinus, artinya bahwa sambungan kabel listrik tersebut dapat dipastikan bodong (SAMBUNGAN tidak resmi). Terlihat tiang tiang kayu yang berdiri dengan sangat rawan karena sudah pada miring (hampir tumbang), hal ini membuat kondisinya menjadi sangat rawan jika lambat untuk ditangani.A

Selesai dari lokasi kami langsung menuju kantor PLN Cabang Samosir untuk bertemu langsung dengan Kepala Kantor, setelah terlebih dahulu menghubungi lewat sambungan telepon.

Saat berada di kantor PLN dan bertemu dengan Kepala Kantor bapak Nursahbri Ilyas kami langsung menyampaikan Surat Permohonan yang sudah perna diserahkan hampir satu tahun yang lalu, kami juga menyampaikan hal apa yang kami temukan dilapangan mengenai adanya kabel listrik yang terpasang secara tidak resmi alias bodong.

Bapak Nursahbri Ilyas meberikan tanggapan pada kami, bahwa beliau sedapat mungkin akan mengusahakan hal ini dan berjanji akan melakukan survey kembali kelokasi. Beliau juga berharap agar kami selaku awak media dan Pengurus Sebuah Lembaga agar juga menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah kabupaten Samosir, dengan harapan ada sebuah kerja sama yang baik diantara pemerintah dengan PLN, semoga saja bisa kita atasi melalui program Listrik masuk Desa. Kami juga merasa sangat berkepentingan untuk menertibkan sambungan listrik yang liar, selain kemungkinan adanya pencurian listrik, juga menjaga jangan sampai menimbulkan masalah jika sampai kabelnya jatuh dan mengenai pada masyarakat yang bukan tidak mungkin bisa menimbulkan korban jiwa.

(Asbon Hutabalian)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami