Tebing Tinggi, bidikkasusnews.Com - Kekosongan jabatan Direktur pada Perumda Air Minum Tirta Bulian Tebing Tinggi sangat berpengaruh pada kinerja BUMD tersebut. Jabatan Defenitif Direktur adalah posisi krusial dalam memimpin, merencanakan, dan mengkoordinasikan seluruh operasional perusahaan.
Dampak utama jika terjadi kekosongan Direksi menyebabkan menurunnya tingkat kinerja dan semngat para karyawan yang ditandai merosotnya disiplin dan birokrasi di perusahaan tersebut.
Tanpa direktur definitif, pengambilan keputusan penting terkait perbaikan layanan, penanganan kebocoran pipa, atau strategi pengembangan perusahaan menjadi tertunda atau tidak berani diambil.
Situasi ini tentunya menghambat pengawasan dan koordinasi seluruh kegiatan, mulai dari teknis distribusi air hingga administrasi umum dan keuangan.
Kekosongan pimpinan tertinggi membuat operasional harian tidak terarah, terutama dalam mengelola aset dan kekayaan perusahaan.
Meskipun biasanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt.), posisi definitif tetap diperlukan untuk menyusun perencanaan strategis bisnis tahun ke depannya ,dan membina pegawai secara efektif.
Demikian yang di sampaikan Amarulah Selaku Sekjen DPD Lira (Lumbung Informasi Rakyat) (18/2/2026) saat di minta tanggapannya.
Amarulah juga mengatakan saat ini kondisi PDAM Tirta Bulian Tebing Tinggi sangat memprihatinkan karena carut marutnya menejemen, sehingga BUMD tersebut tidak bisa menghasilkan PAD untuk Tebing Tinggi.
PDAM tirta Bulian Tebing tinggi juga saat ini kekurangan kariawan handal berpengalaman karena banyak senior yang sudah pensiun,sehingga membuat kinerja BUMD tersebut tidak Efektif. Saat ini kita juga bingung melihat Walikota Tebing tinggi kenapa Masalah pengangkatan Direktur Perumda Tirta Buliana ini bisa berlarut larut, ujar Amarulah.
(SW. S)




Komentar