Untuk Mengatur Bahan Pangan Dapur MBG, BGN Tengah Siapkan Marketplace

Jakarta, bidikkasusnews.com - Badan Gizi Nasional ( BGN ) saat ini lagi mempersiapkan Marketplace, dan akan ditargetkan pada akhir bulan September atau awal bulan Oktober 2026.

Marketplace itu nanti nya akan di khususkan untuk mengatur pengadaan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional Pusat, Bapak Sudaryono dalam pemaparannya.

Dia juga mengatakan jika sistem itu nanti nya dirancang agar proses pembelian bahan baku lebih transparan dan mudah dipantau.

Dan mekanismenya akan mengadaptasi Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) yang selama ini digunakan dalam belanja dana BOS.

" Serta platform tersebut nantinya memungkinkan pemerintah memantau pemasok, harga komoditas, transaksi, hingga kewajiban perpajakan, sehingga kita tahu nanti transaksinya jelas, perpajakannya jelas dan lain sebagainya " Ungkal Sudaryono dalam akun Instagram resminya, Senin (14/09).

Sudaryono juga menjelaskan jika tahap awal nanti nya, Marketplace MBG ini memuat enam komoditas pangan kebutuhan utama dapur SPPG.

Yang terdiri dari daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu.

Selain itu dalam dalam akun Instagram nya juga Sudaryono menyebutkan jika BGN menyiapkan sistem verified seller untuk memastikan pemasok yang bertransaksi telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

" Dengan skema ini, pembelian bahan pangan MBG diarahkan hanya melalui pemasok yang telah melewati proses verifikasi " Ucapnya.

" Dan nanti akan ada dari sisi marketplace-nya akan ke asosiasi, jadi belinya itu adalah yang verified seller.

Nah, verified seller itu siapa ? Ya adalah asosiasi itu " Terangnya.

Dia juga mengharapkan jka skema digital ini nanti nya membuat perjalanan bahan pangan MBG lebih mudah ditelusuri dari pemasok hingga dapur penerima.

" BGN juga ingin sistem tersebut memperkecil peluang masuknya pemasok yang belum memenuhi standar dalam rantai pengadaan bahan baku " Tambahnya.

Selain aspek verifikasi, Sudaryono juga mengatakan jika BGN merancang pola pengadaan berbasis wilayah untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi pangan lokal.

" Hal ini nanti nya agar dapur SPPG lebih dahulu membeli bahan pangan dari daerah tempat dapur tersebut beroperasi.

Kebijakan itu sekaligus diarahkan untuk mendorong perputaran ekonomi daerah melalui belanja bahan pangan program MBG " Pungkasnya.

Dia juga mencontohkan kecil dari SPPG di Mojokerto yang nantinya diharapkan membeli telur dari pemasok di wilayah setempat jika stok tersedia.

Pembelian dari luar daerah baru dilakukan apabila kebutuhan komoditas tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pemasok lokal.

" Nah nanti ada cakupannya, misalnya kalau di Mojokerto, beli telur ya Mojokerto aja, nggak boleh beli telur dari luar kabupaten " Jelasnya.

" Kalau di dalam kabupatennya nggak ada barangnya gimana ? Baru dia boleh nyebrang,” Lanjut Sudaryono.

BGN sendiri berupaya dengan marketplace tersebut mampu membangun sistem pengadaan MBG yang lebih transparan, terukur, terlacak, dan sekaligus memberi ruang bagi pemasok lokal.

( INDRA SARAGIH )

Artikel Terkait

Berita|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya





VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami