2021 Pemkot Tebing Tinggi Prioritaskan Mess untuk Para Mahasiswa yang ada di Medan?



Tebing tinggi, bidikkasusnews.com - Dilansir dari berita online Kominfo Tebing Tinggi Selasa, 27 Okt 2020. Walikota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM mengatakan Tahun 2021 Pemko Tebingtinggi akan memprogramkan penyediaan fasilitas tempat tinggal (Mess) bagi mahasiswa asal Tebing Tinggi di Medan. Hal itu untuk meningkatkan semangat belajar bagi pelajar asal Tebingtinggi.

“Melihat semangat pelajar asal Tebingtinggi untuk menimba ilmu lebih tinggi, maka kita terdorong untuk membantu dan hal ini nanti diberikan sesuai kriteria yang ada,” ujar Walikota kepada awak media di Gedung Balai Kota, Selasa (27/10).

Menurut Walikota, anak Tebing Tinggi pada dasarnya memiliki minat yang cukup tinggi untuk menempuh sekolah yang lebih tinggi setingkat universitas, akan tetapi karena kondisi ekonomi orang tua yang tidak cukup memadai untuk membayar kos-kosan di Medan keiginan itu banyak berhenti di tegah jalan.

"Untuk itu, nantinya akan kita cari tempat mess atau kos-kosan untuk kita sewa di sekitar dimana banyak anak Tebingtinggi kuliah. Mungkin kita tidak mampu membeli tapi kalau menyewa saya kira Pemko Tebingtinggi masih mampu," jelas Walikota. 

Walikota juga menjelaskan bahwa sebenarnya urusan pendidikan tinggi bukan berada di Pemko Tebing Tinggi, tapi secara nurani mereka yang mengecap pendidikan adalah anak-anak Tebing Tinggi jadi patut jadi perhatian kita selaku orang tua.

“Semoga tidak ada kendala, namun hal ini menjadi program prioritas kita di 2021,” jelas  Walikota.

Jelas Pernyataan tersebut membuat Para Mahasiswa Tebing Tinggi yang Kuliah di Tebing Tinggi maupun diluar Tebing Tinggi Merasa kebingungan dan kesal akan pernyataan seorang Walikota Tersebut.

Melihat situasi seperti ini, Pemerintah harusnya lebih memperhatikan lagi nasib mahasiswa yang terkendala biaya perkulihannya. Dimasa pandemi seperti ini seharusnya pemerintah kota tebing tinggi membuat kebijakan yang cerdas dan tepat sasaran akan permasalahan yang dihadapi para mahasiswa tebing tinggi.

Pemkot Tebing Tinggi dinilai pilih kasih dalam membuat kebijakan, jika pernyataan Pemkot bahwasannya minat anak Tebing Tinggi yang kuliah cukup tinggi dan banyak mahasiswa Tebing tinggi yang kuliah dan tersebar di pelosok negeri di kampus negeri maupun swasta menjadi pertimbangan untuk membuat mess di kota medan itu bukanlah kebijakan yang baik, seharusnya pemkot mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran bukan kebijakan yang hanya menguntungkan sekelompok orang saja.

Kebijakan Beasiswa dan menambahkan anggaran beasiswa bagi mahasiswa tebing tinggi yang berprestasi itulah yang ditunggu tunggu oleh para Mahasiswa yang berasal dari kota tebing tinggi. Sebab kita tahu sampai sekarang beasiswa tebing tinggi belum keluar. 

Jangankan keluar, pendaftaran calon penerima beasiswa berprestasi saja belum dibuka. Begitulah kata Fahrul Ridho.

Kita tahu bnyak mahasiswa yang kuliah di kampus kampus Negeri maupun Swasta yang ada di Kota Medan, tetapi faktanya juga banyak Mahasiswa yang kuliah jauh dari Kota Tebing Tinggi bahkan diluar sumatera utara dan di luar pulau sumatera.

"Kita tidak tahu apa maksud walikota mengeluarkan kebijakan ini, mengapa ini penting untuk kita sikapin selaku mahasiswa, jelas ini akan membuat kecemburuan sosial bagi para mahasiswa lainnya terkhusus mahasiswa tebing tinggi yang berkuliah  di luar sumatera utara maupaun diluar pulau sumatera. Maka dari itu kita sangat mengharapkan sikap tegas dan berkeadilan dari pemerintah dalam hal ini walikota atas kepudulian pemko terhadap nasib mahasiswa. untuk itu kami berharap walikota dapat segera menarik atau meralat pernyataannya terkait rencana pengadaan mess mahasiswa dimedan, agar tiada indikasi tebang pilih terhadap keseluruhan mahasiswa Tebingtinggi,  Pungkas Zidane Rifky salah seorang mahasiswa tebing tinggi yang kuliah di sala satu kampus di Aceh.

Salah seorang mahasiswa tebing tinggi  yang berkuliah disalah satu sekolah tinggi yang ada di kota tebing tinggi, Kurniadi chaniago juga memberikan komentarnya. Bahwa pernyataan walikota ini dapat memicu adanya kecemburuan sosial antara mahasiswa di kota tebing tinggi terlebih terdapat banyak mahasiswa tebing tinggi yg berkuliah di tebing tinggi yg saat ini terkendala biaya karena banyak mahasiswa/i di kota tebing tinggi yg orang tua ny harus di potong gajinya karena covid-19 sedangkan proses belajar mengajar berlangsung secara online yang mana biaya kuota yang mahal dan uang kuliah yg juga tetap tanpa adanya subsidi di semester ini, menjadi penghalang yang nyata bagi mahasiswa di tebing tinggi saat ini.

Rio Arbansyah juga mengatakan pendapatnya. Selaku mahasiswa yang kuliah ditebing tinggi, rencana penyediaan mess untuk mahasiswa tebing tinggi yang kuliah di Medan itu tidak memiliki alasan atau dasar yang kuat, kita tidak melihat adanya urgensi disitu. Jika yang menjadi landasan kuat bagi pemkot tebing tinggi adalah untuk membantu para pelajar yang memiliki semangat tinggi untuk belajar namun terkendala dalam kondisi finansialnya yang tidak memadai, maka akan lebih baik jika pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap kondisi pendidikan dikota tebing tinggi ini sendiri. Misalnya dengan memberi bantuan beasiswa bagi para mahasiswa yang berprestasi, tentu itu akan sangat membantu mereka dan bahkan menambah semangat dalam belajar. Saya pribadi ingin mengusulkan agar pemerintah bisa menciptakan universitas dikota kita sendiri. Ini kota kita, kalau bukan kita yang membangun lalu siapa lagi. Saya berharap agar kedepannya pemerintah mampu menciptakan program kerja yang memang betul-betul memiliki prioritas terhadap perkembangan dan kemajuan kota tebing tinggi.

Erza selaku salah satu mahasiswa tebing tinggi yang kuliah di Malang Jawa Tengah, saat dimintai tanggapan atas pernyataan walikota tebing tinggi tersebut ia berpandapat bahwa Melihat hal ini, saya selaku mahasiswa Tebing Tinggi yang kuliah di luar Kota Medan atau di luar pulau Sumatera sangat merasa keberatan dikarenakan mahasiswa asal Tebing Tinggi bukan hanya berkuliah di Medan tapi yang kuliah di luar Kota Medan atau di luar Sumatera Utara dan diluar Pulau Sumatera juga tidak kalah banyaknya. Harusnya Pemerintah Kota Tebing Tinggi memberikan keadilan untuk seluruh mahasiswa baik yang berkuliah di Tebing Tinggi ataupun di luar Kota Tebing Tinggi bahkan di luar Sumatera Utara dan diluar Pulau Sumatera  karena seluruh mahasiswa asal Tebing Tinggi tetap membawa nama Tebing Tinggi dimanapun berada bukan hanya mahasiswa yang berkuliah di Medan. Terakhir, Pemerintah pastinya juga tidak bisa menjamin apakah mess tersebut nantinya dipergunakan dengan baik atau tidak, maka selanjutnya harusnya Pemerintah Kota Tebing Tinggi memberikan fasilitas yang merata dan adil untuk seluruh mahasiswa asal Tebing Tinggi.

Juga saat dimintai keterangannya melalui whatsapp oleh Fahrul Ridho, Kadis Kominfo Tebing Tinggi selaku Juru bicara walikota dalam hal ini menjawab beberapa pertanyaan dari Mahasiswa mengenai Pernyataan walikota tersebut, diantaranya:

1. Apa benar walikota menyampaikan statemen pernyataan seperti itu melalui pidatonya? Benar. 

2. Apa urgensinya hingga walikota bisa menyampaikan pernyataan seperti itu? Membantu beban mahasiswa yang kuliah di kota medan yg merupakan ibukota provinsi 

3. Sudahkan walikota mengajak seluruh perwakilan elemen mahasiswa yang berasal dari kota tebing tinggi yg berkuliah di dalam provinsi sumatera utara maupun di luar sumatera utara untuk membicarakan prihal program pemkot tersebut? 

Hal ini masih dalam perencanaan terkait penganggaran, blm pada saat implementasi. 

4. Mengapa walikota memprioritaskan mess mahasiswa tebingtinggi yang kuliah di medan ketimbang memprioritaskan beasiswa yang tahun ini tak kunjung ada?beasiswa utk thn ini SK Walikota udah dinaikkan sebagai dasar pembayaran. Kita nunggu turunnya SK tsb.

Sebelum menutup pembicaraan di whatsapp, Fahrul Ridho Kembali mempertanyakan kepada kadis kominfo Tebing Tinggi prihal jawaban yang sebelumnya dijawab olehnya terkait urgensi dan prioritas dalam menentukan kebijakan, dintaranya:


Jika urgensi pemerintah beralasan ingin membantu beban mahasiswa tebing tinggi yang kuliah di kota medan yang juga merupakan ibu kota provinsi merupakan solusi terbaik?


Jika tolak ukur pemerintah seperti itu dalam menentukan sikapnya dengan solusi penyediaan mess dalam bentuk sewa bukankah diluar provinsi sumatera utara banyak juga mahasiswa yang berasal dari kota tebing tinggi yang juga mengalami hal yang sama, bahkan dengan jarak yang cukup jauh hingga sampai ada yang di luar pulau sumatera utara itu tidak menjadi pertimbangan pemerintah kota tebing tinggi?

Karena kita berbicara prioritas, bukankah yang diluar sumatera utara atau diluar pulau sumatera menjadi prioritas dikarenakan jarak dan biaya hidup yang juga tinggi tak menutup kemungkinan lebih bnyak lagi kawan kawan mahasiswa yang membutuhkan mess tersebut. Toh, kalau untuk jarak medan dengan Tebing tinggi yang tergolong dekat setiap minggu juga bisa pulang kenapa yang lebih lebih jauh jaraknya itu tidak menjadi prioritas. Tolong jelaskan pak!

Namun yang disayangkan, Kadis Kominfo tidak memberikan jawabannya. Ini membuat kami selaku mahasiswa merasa tidak puas akan jawaban yang dilontarkannya menanggapi pernyataan walikota tersebut prihal kebijakan dalam prioritas penyediaan mess untuk mahasiswa tebing tinggi yang kuliah di Kota Medan.

Dalam hal ini kami melihat walikota terkesan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan dan menentukan kebijakan dan juga kami meminta walikota untuk mempertimbangkan kembali pernyataannya tersebut dan mengajak seluruh perwakilan elemen Mahasiswa tebing tinggi terkait rencana penyediaan mess mahasiswa tebing tinggi di Kota Medan, Tutup Fahrul Ridho. 


(Sahlan Wijaya S)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami