Rumah Warga Penerima RTLH Macet  Pekerjaannya Rupanya Ini Kendalanya


Labura, Bidikkasusnews.com - Sebanyak 4 (Empat) warga di Lingkungan VI Sukarenda, Kelurahan Aek kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (LABURA) yang mendapat Program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Provinsi Sumatera Utara. 

 Selamat M. (61th) Sareng (58th) Sabinar 58 th) dan Nuriah (65th) awalnya mereka merasa Sangat senang dan bersyukur Karna mendapat bantuan  RTLH.

     Namun juga merasa kecewa karena, rumah sudah dibongkar berjalan 2 Minggu hingga sekarang bahan material seperti besi Beton belum juga ada. Hanya batu bata , pasir, kerikil dan untuk batu Cadas yang sebagian ada diberi dan, sebagian tidak ada.

      Saat awak media mengkonfirmasi Sareng (58th) dan keluarganya dirumahnya ia sangat kecewa"Entah macemananya ini, bantuan bedah rumahnya..! Kami sudah setiap malam tidur kedinginanan terus Karna, tak berdinding sebab, dinding sudah kami bongkar.

     Mana punya 2 cucu lagi yang masih kecil dan 1 bayi kasihan kalo tidur tidur kedinginan terus.sementara rumah tak siap-siap",Ucapnya.

      Saat ditanya gendala terhentinya Bangunan rumah itu, Saring lalu menjelaskan," salah satu yang sangat dibutuhkan seperti Besi Beton sampai sekarang belum ada diantar-antar katanya, besok kebesok dan pastinya hari Senin, namun sudah sampai pada hari Senin ditunngu- tunggu juga tidak ada masuk hingga sekarang juga tidak masuk-masuk.

      Jadi gimana mau dikerjakan dan kapan siapnya Uda digali dicor dan dipasang batu besi tak masuk-masuk.

      Uda uang tukangnya cuman 4(empat) juta itupun, sampai sekarang belum ada dikasi pinomat DP untuk pegangan kami, katanya'harus  menunggu 30% pekerjaan baru dikasi itupun  2(Dua) juta dulu.

      Uda itu, waktunya limit tukang dikasi waktu 20 hari harus siap,"ucapnya.kalo tidak siap tidak dibayar. Dan bila ongkos tukang lebih dibebankan kepada pemilik rumah,"jelasnya.

       Keterangan yang sama disampaikan oleh Sabinar (58th) juga mengalami hal yang sama menjelaskan tambahan kepada Bikas ,"janjinya batu bata itu semua 6000 tapi yang akan dikasi hanya 5700 batu bata Itupun, masih 2500 batubata yang baru diantar, pasir, krikil & campur batu mangga sementara tidak ada batu Cadasnya. yang lain ada yang diberi batu cadas kami tidak', material seperti, Kosen,kayu, seng, pintu itupun belum masuk. dan Yang sangat dibutuhkan seperti Besi Beton itulah yang sampai sekarang tidak ada diantar-antar janji besok kebesok, katanya', hari Senin tapi sampai tibanya hari senin sekarang gak juga datang- datang. 

      Sempat kami pinjam besi beton tetangga Karna ingin saya' cepat siap rumah ini dan saya ikut jadi kenek untuk meringankan biaya ongkos tukang,"Ungkapnya.

      Lanjut" Namun ke esokan harinya datang kurasa itu pemborongnya melihat terpasang besi beton disuruh bongkar Karna tidak sesuai ukuranya  yang dipasang besi 8 Mili harusnya 10 mili.maka kami bongkar lagilah besi pinjam tetangga tadi. 

     Karna tukangnya pun tidak diberi bestek  jadi bingung. Hanya diberi  gambar garis-garis ukuran rumah 5X6 gitu aja tidak tau pakai besi ukuran berapa-berapa.

      Salah seorang yang datang dan menyuruh bongkar mengatakan,"Ini sudah ribut Karna, sudah ada yang memposting kata pemborong itu,"Ucapnya.

      Kepling lingkungan VI Sukarendah Ali mukmin Lubis  Senin (25/10/21)kepada awak media Bikas, menyampaikan pesan agar Besok Rabu semua penerima Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) disuruh agar hadir ke kantor Bupati tapi,' entah warga mana saja yang dipanggil saya' tidak tau"Pungkasnya.

      Selasa siang (26/10/21) Lurah Aekkanopan Timur, Ibrahim Cholili Nur turun kelapangan bersama kru anggota dan didampingi Kepling Ali mukmin Lubis ke Lingkungan VI Sukarendah terlihat menyambangi setiap pemilik rumah yang mendapat bantuan RTLH.

      Kepada Bikas Lurah menjelaskan,"perintah  Bupati menyuru lurah ke lokasi cek langsung ke warga penerima RTLH Karna, ada laporan  warga yang kesusahan kok gak tau, makanya kami turun dan semua nanti sampai ke lingkungan-lingkungan Yang lain harus di cek' apa kendalanya terhentinya pekerjaan program penerimaan Rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) "jelasnya.

      Diminta kepada intansi terkait agar,turut mengawasi program RTLH ini agar tidak merugikan pemerintah dan masyarakat.

(Eko S)

Artikel Terkait

Berita|Sumut|
View Comments

Komentar

Info Menarik Lainnya

VIDEO

Video|0

BIDIKKASUSNEWS.COM

Thanks To : PT MEDIA BIDIK KASUS GROUP | |

Like Fans Page Kami