Kutacane, bidikkasusnews.com - SMK PP Negeri Kutacane menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Forum Kakao Aceh (FKA) dalam rangkaian kegiatan Duek Kakao XIII di Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (8/8).
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi siswa di bidang budidaya dan pengolahan kakao. Sekaligus membuka ruang kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi pertanian dengan pelaku industri kakao.
Penandatanganan MoU tidak hanya dilakukan SMK PP Negeri Kutacane. SMK PP Negeri Bireuen dan SMK PP Negeri Saree juga turut menandatangani kerja sama yang sama dengan FKA.
Ketiga sekolah vokasi pertanian tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia pertanian yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri kakao di Aceh.
Kepala SMK PP Negeri Kutacane, Umra Dani, S.Kom, M.Kom, Gr, mengatakan kerja sama dengan FKA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan peserta didik.
"Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam budidaya dan pengolahan tanaman kakao, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan siap kerja," ujar Umra.
Menurut dia, kolaborasi ini juga memberi peluang bagi sekolah untuk memperoleh dukungan teknologi pengolahan biji kakao. Dengan begitu pembelajaran tidak berhenti pada aspek produksi di lahan, tetapi juga mengenalkan siswa pada proses pasca panen dan nilai tambah komoditas.
Acara Duek Kakao XIII dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H M. Salim Fakhry, SE, MM. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8 sampai 9 Agustus 2026, menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan komoditas kakao di Aceh.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Azanuddin Kurnia, Direktur BPDLH Dr. Joki Tri Haryanto, S.E., M.S.E. Riki Tanudibrata dari PT Dimitri, Anggota DPR Aceh Yahdi Hasan, M.I.Kom, Forkopimda Aceh Tenggara, Kadistanbun Agara Riskan, Rektor UGL Dr. Indra Utama, serta Ketua Forum Kakao Aceh Lilis. Hadir juga pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Agara serta peserta Duek Kakao XIII.
Penandatanganan MoU antara sekolah vokasi pertanian dan FKA menjadi jembatan untuk mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan sektor perkebunan. Bagi sekolah, kerja sama ini memastikan keterampilan yang diperoleh siswa lebih dekat dengan praktik di lapangan.
Kakao bukan hanya soal produksi biji. Tantangan berikutnya adalah bagaimana komoditas tersebut diolah, ditingkatkan mutunya, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Karena itu, penguatan kompetensi siswa sejak bangku sekolah menjadi penting dalam menyiapkan tenaga kerja pertanian yang mampu mengikuti perkembangan industri.
Melalui kolaborasi ini, SMK PP Negeri Kutacane menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya memahami teori pertanian, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesiapan memasuki dunia kerja, khususnya di sektor kakao yang memiliki potensi ekonomi besar di Aceh Tenggara.
(Noris Ellyfian)


Komentar